Politik dan Analisis Ekonomi Armenia: Dinamika, Tantangan, dan Prospek
erkutterliksiz.com, 25 MEI 2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Editor: Muhammad Kadafi
Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88

Armenia, sebuah negara terkurung daratan di wilayah Kaukasus Selatan, memiliki sejarah panjang yang mencakup penjajahan, konflik regional, dan perjuangan untuk mempertahankan identitas nasional. Sejak meraih kemerdekaan dari Uni Soviet pada tahun 1991, Armenia telah menghadapi berbagai tantangan politik dan ekonomi yang membentuk dinamika perkembangannya. Dengan sistem pemerintahan republik parlementer dan ekonomi yang berorientasi pasar, Armenia berupaya menyeimbangkan stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi, dan hubungan diplomatik di tengah ketegangan geopolitik, terutama dengan tetangganya, Azerbaijan dan Turki. Artikel ini akan menganalisis secara mendalam politik dan ekonomi Armenia, termasuk struktur pemerintahan, perkembangan ekonomi, tantangan utama, serta implikasi geopolitiknya.
Sistem Politik Armenia

Struktur Pemerintahan
Armenia menjalankan sistem politik republik parlementer demokratis, di mana presiden berperan sebagai kepala negara dan perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Menurut informasi dari sumber terpercaya, presiden dipilih secara tidak langsung oleh Majelis Nasional untuk masa jabatan tujuh tahun, sedangkan perdana menteri diangkat oleh presiden dari partai mayoritas di parlemen untuk masa jabatan lima tahun. Majelis Nasional, sebagai badan legislatif unikameral, terdiri dari 132 anggota yang dipilih melalui pemilihan umum untuk masa jabatan lima tahun.
Sejak kemerdekaan pada 1991, Armenia telah mengalami transisi dari sistem presidensial ke parlementer, yang ditandai dengan amandemen konstitusi pada 2015. Perubahan ini mengurangi kekuasaan presiden dan memperkuat peran perdana menteri serta parlemen. Namun, sistem politik Armenia tidak lepas dari kritik. Pengamat internasional, seperti yang dicatat dalam sumber, telah mempertanyakan keadilan pemilu dan referendum konstitusi antara 1995 dan 2018, dengan laporan tentang kekurangan dalam proses pemungutan suara, kurangnya kerja sama dari Komisi Pemilihan Umum, dan masalah dalam pengelolaan daftar pemilih. Meski demikian, Armenia dianggap sebagai salah satu negara paling demokratis di kawasan Kaukasus dan di antara negara-negara Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS).
Dinamika Politik 
Politik Armenia dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk konflik Nagorno-Karabakh dengan Azerbaijan, hubungan dengan diaspora Armenia, dan ketegangan geopolitik dengan Turki. Konflik Nagorno-Karabakh, sebuah wilayah yang mayoritas dihuni etnis Armenia tetapi diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan, telah menjadi pusat ketegangan politik sejak akhir 1980-an. Konflik ini memuncak pada perang 1988–1994 dan kembali memanas pada 2020, yang berakhir dengan kekalahan signifikan bagi Armenia dan pengungsian lebih dari 100.000 orang dari wilayah tersebut.
Pada tahun 2018, Armenia mengalami perubahan politik besar melalui “Revolusi Beludru,” yang menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Serzh Sargsyan setelah protes massal. Nikol Pashinyan, seorang mantan jurnalis dan aktivis, menjadi perdana menteri dan memimpin reformasi untuk memperkuat demokrasi dan memerangi korupsi. Namun, menjelang pemilu 2026, oposisi mulai memanfaatkan ketidakpuasan publik terhadap upaya normalisasi hubungan dengan Azerbaijan dan Turki untuk menantang kekuasaan Pashinyan.
Hubungan Diplomatik
Armenia memiliki hubungan diplomatik dengan lebih dari 160 negara dan menjadi anggota organisasi internasional seperti PBB, Dewan Eropa, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dan Komunitas Ekonomi Eurasia (EEC). Namun, hubungan dengan tetangga seperti Azerbaijan dan Turki tetap tegang. Armenia berusaha menormalisasi hubungan dengan Turki, dengan pembicaraan yang dimulai pada 2020–2022, tetapi proses ini terhambat oleh sejarah genosida Armenia pada 1915–1917 dan dukungan Turki terhadap Azerbaijan dalam konflik Nagorno-Karabakh. Sementara itu, Armenia menjalin hubungan erat dengan Rusia melalui aliansi militer CSTO dan keanggotaan di Eurasian Economic Union (EAEU) sejak 2015. Namun, baru-baru ini, Armenia menunjukkan kecenderungan untuk mendekat ke Uni Eropa, dengan dukungan publik yang meningkat untuk proses aksesi ke UE.
Analisis Ekonomi Armenia 
Gambaran Ekonomi
Ekonomi Armenia telah mengalami transformasi signifikan sejak kemerdekaan dari Uni Soviet. Sebelum 1991, ekonomi Armenia bergantung pada industri seperti bahan kimia, elektronik, dan tekstil, dengan ketergantungan besar pada sumber daya dari republik Soviet lainnya. Setelah kemerdekaan, Armenia beralih ke pertanian skala kecil akibat runtuhnya sektor industri dan kebutuhan ketahanan pangan, dengan pertanian menyumbang lebih dari 30% PDB pada akhir 1990-an. Pada 2022, PDB Armenia mencapai $39,4 miliar, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 13%, didorong oleh masuknya warga Rusia pasca-konflik Rusia-Ukraina. PDB per kapita pada 2019 tercatat sebesar $4.621, dengan sektor jasa sebagai kontributor utama, diikuti oleh pertambangan, energi, dan pariwisata.
Mata uang resmi Armenia adalah Dram (AMD), yang diperkenalkan pada 1993 sebagai simbol kedaulatan ekonomi setelah lepas dari rubel Soviet. Bank Sentral Armenia memainkan peran kunci dalam menjaga stabilitas mata uang melalui pengaturan suku bunga dan intervensi pasar, meskipun nilai tukar Dram sering mengalami fluktuasi akibat faktor ekonomi dan geopolitik.
Sektor Ekonomi Utama
-
Pertanian: Pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi, menyumbang lebih dari 40% lapangan kerja dan sekitar 20% PDB pada 2006. Komoditas utama meliputi buah-buahan, sayuran, dan produk susu.
-
Industri: Sektor pertambangan (tembaga, emas, molibdenum), energi, kimia, tekstil, dan teknologi informasi berkembang pesat. Namun, eksploitasi sumber daya alam terhambat oleh keterbatasan teknologi dan investasi.
-
Pariwisata: Pariwisata semakin penting, dengan situs bersejarah seperti Katedral Etchmiadzin dan Biara Tatev menarik wisatawan global. Sektor ini mendapat dorongan dari warisan budaya Armenia yang kaya.
-
Remitansi Diaspora: Ekonomi Armenia sangat bergantung pada remitansi dari diaspora, yang menyumbang kontribusi signifikan terhadap PDB. Namun, ketergantungan ini meningkatkan kerentanan terhadap fluktuasi ekonomi global.
Tantangan Ekonomi

Armenia menghadapi sejumlah tantangan ekonomi:
-
Ketergantungan pada Diaspora: Remitansi diaspora, meskipun penting, membuat ekonomi rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi global.
-
Konflik Regional: Konflik Nagorno-Karabakh dan penutupan perbatasan dengan Azerbaijan dan Turki sejak 1991 dan 1993 menghambat perdagangan dan pertumbuhan ekonomi.
-
Kemiskinan dan Pengangguran: Meskipun ada reformasi ekonomi sejak pertengahan 1990-an, kemiskinan dan kurangnya lapangan kerja tetap menjadi masalah utama, dengan utang negara mencapai 92,5% dari PDB.
-
Fluktuasi Mata Uang: Nilai tukar Dram dipengaruhi oleh inflasi, keseimbangan perdagangan, dan ketidakstabilan geopolitik, yang menambah ketidakpastian ekonomi.
Kebijakan Ekonomi
Bank Sentral Armenia berupaya menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan moneter seperti pengaturan suku bunga dan intervensi pasar. Selain itu, Armenia telah melakukan reformasi untuk menarik investasi asing dan meningkatkan ekspor mineral. Negara ini juga menjajaki adopsi mata uang digital untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi transaksi keuangan. Keanggotaan dalam EAEU sejak 2015 memberikan akses ke pasar yang lebih luas, meskipun keputusan untuk bergabung dengan EAEU daripada menandatangani perjanjian dengan Uni Eropa pada 2014 dipengaruhi oleh kepentingan geopolitik, terutama untuk menjaga stabilitas regional dan internasional (world order interest).
Implikasi Geopolitik
Politik dan ekonomi Armenia tidak dapat dipisahkan dari konteks geopolitiknya. Konflik Nagorno-Karabakh telah membentuk kebijakan luar negeri Armenia, dengan dukungan Rusia sebagai sekutu utama melalui CSTO dan EAEU. Namun, kekalahan dalam perang 2020 dan ketidakpuasan terhadap respons Rusia telah mendorong Armenia untuk mendekati Uni Eropa, seperti ditunjukkan oleh penandatanganan Comprehensive and Enhanced Partnership Agreement (CEPA) dengan UE pada 2017. Langkah ini mencerminkan keinginan Armenia untuk diversifikasi hubungan internasional dan mengurangi ketergantungan pada Rusia.
Hubungan dengan Turki tetap rumit karena sejarah genosida Armenia dan dukungan Turki terhadap Azerbaijan. Meskipun ada upaya normalisasi melalui Protokol Zurich pada 2009 dan pembicaraan lanjutan pada 2020–2022, kemajuan terhambat oleh isu-isu historis dan geopolitik. Sementara itu, pengakuan Armenia terhadap Palestina pada Juni 2024 menunjukkan sikap independen dalam politik luar negeri, sejalan dengan dukungan terhadap solusi dua negara dalam konflik Israel-Palestina.
Prospek Masa Depan
Armenia berada pada titik balik dalam politik dan ekonominya. Upaya menuju integrasi dengan Uni Eropa, reformasi ekonomi, dan normalisasi hubungan dengan tetangga menawarkan peluang untuk pertumbuhan. Namun, tantangan seperti konflik regional, ketergantungan pada remitansi, dan ketidakstabilan mata uang memerlukan strategi yang cermat. Dengan memanfaatkan kekayaan budaya, sumber daya alam, dan sektor pariwisata, Armenia memiliki potensi untuk mencapai stabilitas dan kemakmuran. Keberhasilan akan bergantung pada kemampuan pemerintah untuk menyeimbangkan kepentingan domestik dan internasional sambil memperkuat demokrasi dan ekonomi pasar.
Kesimpulan
Politik dan ekonomi Armenia mencerminkan perjalanan kompleks sebuah negara yang berusaha membangun identitas dan stabilitas di tengah tantangan geopolitik dan sejarah. Dengan sistem parlementer yang terus berkembang dan ekonomi yang bergantung pada pertanian, industri, dan diaspora, Armenia menghadapi peluang dan rintangan yang signifikan. Reformasi politik, diversifikasi hubungan internasional, dan pengelolaan ekonomi yang bijaksana akan menjadi kunci untuk masa depan yang lebih stabil dan makmur. Dengan warisan budaya yang kaya dan semangat untuk maju, Armenia memiliki potensi untuk menjadi pemain penting di kawasan Kaukasus.
Daftar Pustaka
-
HSB Investasi. (2023). Mengenal Dram: Uang Armenia dan Jejak Warisannya. blog.hsb.co.id
-
Moody’s Analytics. (2025). Economic Indicators for Armenia. www.economy.com
-
EurLiberalForum. (2025). Post on Armenia’s EU aspirations. X
-
JamestownTweets. (2025). Post on Armenia’s political climate. X
BACA JUGA: Perkembangan Teknologi Militer Turki: Dari Modernisasi hingga Kemandirian Strategis
BACA JUGA: Perjalanan Karier Hingga Debut Besar BTS (Bangtan Sonyeondan): Dari Agensi Kecil Menuju Ikon Global
BACA JUGA: Perjalanan Karier Hingga Debut Besar Johnny Depp: Dari Musisi Amatir Menuju Ikon Hollywood
