IHSG Reli 5 Saham Paling Diburu Investor 2025 terus menjadi perhatian trader Indonesia di tengah volatilitas pasar Oktober 2025. Per 20 Oktober 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan 2,19% ke level 8.088,97 setelah sempat terkoreksi ke 7.915,66 di akhir pekan sebelumnya. Volume transaksi harian mencapai 35 miliar lembar saham senilai Rp 22,6 triliun.
Dana Moneter Internasional (IMF) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,9% pada tahun 2025. Buat Gen Z yang baru terjun ke dunia investasi saham, momentum ini adalah peluang meski tantangannya nyata: 68% investor pemula mengalami kerugian di tahun pertama karena salah pilih saham. Artikel ini akan membedah 5 saham yang paling banyak dibeli investor pada Oktober 2025, lengkap dengan data fundamental dan analisis teknikal terkini.
Daftar Isi
- Sektor Perbankan: BBRI Rebound Kuat di Tengah Tekanan
- Teknologi Digital: GOTO Bertahan di Level Rp50-an
- Komoditas: ANTM Didorong Harga Emas dan Nikel
- Konsumer: ICBP Defensive Stock di Tengah Volatilitas
- Infrastruktur: PTPP Sentimen Proyek Strategis
- Strategi Diversifikasi Portfolio untuk Pemula
Sektor Perbankan: BBRI Rebound Kuat di Tengah Tekanan

IHSG Reli 5 Saham Paling Diburu Investor 2025 dimulai dari sektor perbankan yang mengalami volatilitas tinggi Oktober ini. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mencatatkan penguatan signifikan 6,29% ke posisi Rp 3.720 per saham pada 20 Oktober 2025, setelah sebelumnya mengalami tekanan cukup dalam.
Harga saham BBRI terakumulasi turun 16,39% sejak awal tahun, meski analis menilai fundamental perbankan nasional masih solid dan berpotensi tumbuh positif hingga akhir tahun. Data finansial menunjukkan laba bersih Rp 60,64 triliun (2024) dengan NPL ratio terjaga di bawah threshold perbankan sehat. Penyaluran kredit BBRI mencapai Rp 1.354,64 triliun dengan porsi UMKM 81,97%.
Untuk investor Gen Z, BBRI cocok sebagai core holding karena likuiditasnya tinggi. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas menilai secara fundamental, kinerja emiten perbankan nasional dinilai masih solid dan berpotensi tumbuh positif hingga akhir tahun. Meskipun harga terkoreksi dari awal tahun, valuasi saat ini memberikan entry point yang menarik bagi investor jangka panjang.
Fakta Menarik: Sektor keuangan mencatat penguatan terbesar dengan naik 3,38% pada perdagangan 20 Oktober 2025, menunjukkan kembalinya kepercayaan investor terhadap sektor perbankan.
Teknologi Digital: GOTO Bertahan di Level Rp50-an

Saham teknologi GOTO mengalami tantangan di 2025. Per 20 Oktober 2025, saham GOTO stagnan di posisi Rp 55 per lembar dengan kapitalisasi pasar Rp 63 triliun, turun 21,43% sejak awal tahun. IHSG Reli 5 Saham Paling Diburu Investor 2025 mencatat GOTO masih menarik perhatian meski dalam fase konsolidasi.
Harga saham GOTO seolah “terkunci” di kisaran Rp50-an dengan nilai transaksi harian mencapai Rp74 miliar dan volume perdagangan sekitar 13,59 juta lot. Dari sisi order book, terlihat antrean beli cukup tebal di level Rp53 dan Rp50, masing-masing di kisaran jutaan lot.
Investor wait and see menunggu bukti kinerja kuartal III 2025. Meskipun konsensus analis masih positif, volatilitas tinggi membuat saham ini lebih cocok untuk investor dengan risk appetite tinggi dan time horizon minimal 2 tahun. Technical analysis menunjukkan support kuat di level Rp 50-53 dengan resistance di Rp 67-79.
Pelajari lebih lanjut tentang analisis teknikal saham teknologi di panduan investasi kami.
Komoditas: ANTM Didorong Harga Emas dan Nikel

Sektor komoditas tetap menjadi safe haven saat volatilitas tinggi. Aneka Tambang (ANTM) mencatatkan penguatan dengan harga Rp 3.450 per saham dan menjadi target utama investor asing dengan net buy Rp388,6 miliar pada pekan 13-17 Oktober 2025. IHSG Reli 5 Saham Paling Diburu Investor 2025 dalam kategori komoditas didominasi oleh ANTM.
ANTM membukukan pendapatan Rp59,02 triliun pada semester I 2025, naik signifikan dari Rp23,19 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba kotor mencapai Rp8,31 triliun dengan margin meningkat menjadi 14%, naik dari 9% pada semester I 2024.
ANTM berhasil menjaga stabilitas produksi feronikel pada semester I 2025 di level optimal sebesar 9.067 ton nikel dalam feronikel (TNi) dengan tingkat penjualan mencapai 5.763 TNi. ANTM termasuk dalam Daftar Efek Syariah (DES), menjadi primadona berkat sentimen harga emas global dan potensi hilirisasi nikel.
Kombinasi antara stabilitas emas, profitabilitas nikel, dan langkah strategis melalui proyek EV membuat ANTM memiliki narasi ganda: saham protektif sekaligus saham pertumbuhan.
Konsumer: ICBP Defensive Stock di Tengah Volatilitas

Di tengah volatilitas pasar Oktober 2025, saham konsumer seperti Indofood CBP (ICBP) menawarkan stabilitas. IHSG Reli 5 Saham Paling Diburu Investor 2025 mencatat ICBP sebagai defensive stock pilihan dengan pergerakan harga lebih stabil dibanding IHSG secara keseluruhan.
ICBP membukukan penjualan Rp 20,18 triliun hingga Maret 2025, dengan laba tumbuh 13% pada kuartal I 2025. Total ekuitas mencapai Rp 69,83 triliun hingga Maret 2025 dengan kas dan setara kas Rp 25,75 triliun. Dividen yield mencapai 2,84% dengan rasio pembayaran dividen 41,18% pada 2024.
Brand Indomie mengontrol 72% market share mi instan Indonesia, memberikan moat kompetitif yang sulit ditembus. Direktur Utama ICBP, Anthoni Salim menyatakan akan terus fokus pada pertumbuhan melalui inovasi dan memperluas jangkauan distribusi baik di Indonesia maupun luar Indonesia.
Meskipun harga saham tertekan di 2025, valuasi saat ini memberikan entry point menarik untuk long-term holder yang menginginkan stabilitas dan dividen konsisten.
Data BEI: ICBP tetap menjadi salah satu saham dengan foreign ownership tinggi, menunjukkan kepercayaan institusi global terhadap fundamental perusahaan.
Bandingkan strategi investasi konsumer dengan sektor lain di artikel perbandingan saham blue chip kami.
Infrastruktur: PTPP Sentimen Proyek Strategis

Sektor konstruksi mengalami dinamika menarik di Oktober 2025. PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mengumumkan penyelesaian Jalan Tol Kamal–Teluk Naga–Rajeg (Kataraja) Seksi 1 yang resmi dibuka untuk umum mulai 09 Oktober 2025 dan digratiskan hingga 20 Oktober 2025. IHSG Reli 5 Saham Paling Diburu Investor 2025 menempatkan PTPP sebagai saham yang menarik perhatian.
PTPP mencatatkan perolehan nilai kontrak baru senilai Rp 24,4 triliun per Oktober 2024 atau sebesar 76,31% dari target, dengan prospek kinerja 2025 berpotensi melanjutkan pertumbuhan. PTPP juga menyiapkan lahan seluas 26 hektare untuk mendukung program 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah, berada di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Pekanbaru.
Pada semester I 2025, PTPP membukukan laba bersih terkoreksi 55,61% menjadi Rp 65,24 miliar dari Rp 147 miliar pada periode yang sama tahun 2024, sejalan dengan berkurangnya pendapatan usaha 23,77%. Meskipun kinerja finansial mengalami tekanan, analis MNC Sekuritas memberikan target harga PTPP di level Rp 416-430.
Technical analysis menunjukkan PTPP bergerak dalam fase konsolidasi dengan support di Rp 300-350. Cocok untuk swing trading dengan hold period 3-6 bulan, namun perlu memperhatikan eksekusi proyek dan sentimen sektor konstruksi.
Baca Juga Analisis Ekonomi Ungkap Risiko Inflasi: Fakta yang Wajib Gen Z Tahu di 2025
Strategi Diversifikasi Portfolio untuk Pemula
Setelah mengenal IHSG Reli 5 Saham Paling Diburu Investor Oktober 2025, langkah selanjutnya adalah diversifikasi cerdas. Data menunjukkan portfolio dengan 5-8 saham dari sektor berbeda mengurangi risiko 34% dibanding concentrated portfolio. Berikut alokasi optimal untuk investor Gen Z di kondisi pasar Oktober 2025:
Core Holdings (50% portfolio): BBRI dan ICBP sebagai anchor—saham blue chip dengan track record solid. Meskipun saham perbankan tertekan, fundamental masih solid dengan proyeksi ekonomi IMF 4,9% untuk 2025. Kombinasi banking + consumer goods memberikan balance antara growth dan stability.
Growth Stocks (30% portfolio): ANTM dan GOTO untuk mengejar capital gain. ANTM mencatatkan net buy asing Rp388,6 miliar dengan pertumbuhan pendapatan signifikan. Meskipun volatil, potensi return layak diambil dengan risk management ketat. Stop loss wajib dipasang di -8% dari entry price.
Speculative Play (20% portfolio): PTPP dan saham infrastruktur lain untuk maksimalkan return. Kategori ini hanya untuk dana yang siap hilang. Dollar-cost averaging (DCA) setiap bulan mengurangi timing risk di tengah volatilitas tinggi Oktober 2025.
Rebalancing setiap kuartal esensial karena IHSG bergerak dalam rentang 7.720-8.270 dengan volatilitas tinggi di Oktober 2025. Tools seperti stockbit dan RTI Business bisa automasi tracking dan alert. Jangan lupa diversifikasi juga ke instrumen lain seperti reksa dana dan obligasi untuk total portfolio allocation.
IHSG Reli 5 Saham Paling Diburu Investor Oktober 2025—BBRI, GOTO, ANTM, ICBP, dan PTPP—menawarkan peluang menarik dengan profil risk-return berbeda. IHSG mencatatkan penguatan 2,19% ke level 8.088,97 pada 20 Oktober 2025 setelah sempat terkoreksi ke 7.915,66, menunjukkan resiliensi pasar modal Indonesia.
BBRI dan ICBP cocok untuk conservative investor dengan fundamental solid meski harga terkoreksi YTD. ANTM menawarkan eksposur ke komoditas dengan pertumbuhan pendapatan signifikan. GOTO untuk aggressive growth seeker yang siap dengan volatilitas tinggi. PTPP memberikan eksposur ke sektor infrastruktur dengan katalis program pemerintah.
Kunci sukses investasi saham bukan hanya pilih saham yang tepat, tapi juga disiplin eksekusi, manajemen risiko ketat, dan continuous learning. Pasar Oktober 2025 penuh volatilitas dengan pergerakan IHSG antara level 7.725-8.200, jadi timing entry sangat krusial. Gunakan technical analysis untuk konfirmasi sinyal, tapi selalu validate dengan fundamental analysis.
Ingat: past performance doesn’t guarantee future results. Lakukan riset mandiri, jangan ikut herd mentality, dan invest hanya uang yang tidak dibutuhkan 3-5 tahun ke depan. Pasar saham adalah marathon, bukan sprint.
Pertanyaan untuk Anda: Dari kelima saham ini, mana yang paling match dengan profil risiko dan time horizon investasi Anda? Share pendapat Anda di kolom komentar untuk diskusi lebih lanjut dengan sesama investor!
Referensi & Data Terverifikasi:
