
erkutterliksiz – Perang antara Iran Yaman dengan Israel-Amerika Serikat memicu kekhawatiran terhadap
keberlanjutan pasokan minyak dan kenaikan BBM global, termasuk untuk Indonesia. Apa akibat dari penutupan selat hormuz? Penutupan Selat Hormuz akibat perang Amerika Serikat-Iran-Israel-Yaman membuat harga minyak dunia melonjak. Minyak mentah jenis Brent bahkan sempat menyentuh USD 115 pada bulan Maret 2026. Hal itu terkait potensi terhambatnya distribusi minyak dan BBM di Selat Hormuz akibat perang.
Sejumlah informasi menyebut perang telah berdampak terhadap distribusi minyak yang melalui Selat Hormuz. Sekitar 98% minyak yang diperdagangkan melalui Selat Hormuz merupakan produksi dari negara-negara di wilayah Timur Tengah dan Sekitar 82% minyak yang melintas ditujukan ke pasar Asia, dengan China, India, Jepang, dan Korea Selatan sebagai konsumen utama. Terdapat enam negara utama produsen minyak yang diperdagangkan melalui Selat Hormuz yaitu Saudi Arabia, Iraq, Uni Emirat, Arab, Iran, Kuwait, dan Qatar.
Harga BBM 2026 terpantau sudah naik di sejumlah negara telah. Harga BBM naik 67,81 persen di Kamboja, disusul Vietnam dengan 49,73 persen, Laos 32,94 persen, Australia 16,55 persen, hingga Singapura 15,69 persen. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan penting untuk distribusi minyak dan gas global. Penutupan Selat Hormuz memberikan efek domino terhadap perekonomian dunia.
Selat Bab-el-Mandeb yang terletak di antara Yaman di Semenanjung Arab dan Djibouti serta Eritrea di Tanduk Afrika, yang Menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden ( Samudra Hindia ) Merupakan jalur laut penting sehingga Iran memiliki kemampuan untuk mempengaruhi ekonomi global melalui posisi geografisnya tanpa perlu memiliki bom nuklir.
Prediksi outlook rebalancing keluar sebelum adanya serangan ke Iran, dengan skenario harga minyak (WTI) di bawah US$ 65 per barel, harga di range US$ 65 – US$ 70 per barel dan harga di atas US$ 70 per barel. Dengan kondisi krisis di Iran saat ini, Yanuar melihat kemungkinan harga minyak WTI akan ke level US$ 65 – US$ 70 per barel atau crash dengan harga minyak WTI di atas US$ 70 per barel. Jika reli di atas US$ 70 pada Maret – Mei, kemungkinan akan membuat bursa saham dan surat utang pemerintah terkoreksi tajam, kalau di US$ 65 – US$ 70 kemungkinan dalam posisi inflasi yang naik, tapi juga tertahan daya beli konsumen energi, jadi volatilitas saham dan yield akan meningkat.
Kontribusi konsumen minyak utama yang menggunakan rute distribusi Selat Hormuz (Cina, India, Jepang, Korea Selatan) dalam pembentukan GDP global 2026 mencapai sekitar 27%. Karena itu, permasalahan pada Selat Hormuz minimal berpotensi memberikan dampak negatif terhadap aktivitas dan pertumbuhan sekitar 27% perekonomian global. Dampak negatif berpotensi lebih besar lagi mengingat Cina, India, Jepang, dan Korea Selatan memiliki peran penting dalam rantai pasok aktivitas perekonomian global.
Hubungan ekonomi dan kemitraan strategis antara Iran dengan Cina dan India dapat menjadi pintu masuk untuk melakukan percepatan dalam penyelesaian permasalahan di Selat Hormuz. Apalagi jika mencermati sekitar 53% tujuan ekspor minyak mentah yang menggunakan rute distribusi Selat Hormuz adalah untuk Cina dan India.
Harga BBM per April 2026 di prediksi akan mengalami Kenaikan BBM seiring meningkatnya harga minyak global. Subsidi BBM dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun 2026 adalah USD 70, lebih rendah dibanding harga minyak global saat ini yang berada pada rentang USD 90 hingga USD 103. Neraca impor minyak dan BBM Indonesia berdampak atas terganggunya distribusi minyak di Selat Hormuz terhadap pasokan BBM Indonesia relatif masih dapat terkelola. Porsi impor minyak dan BBM nasional pada tahun 2025 yang melewati Selat Hormuz masing-masing adalah 18,13% dan 14,23%. Artinya distribusi sekitar 81,87% impor minyak dan 85,77% impor BBM Indonesia tidak melalui Selat Hormuz.
APBN 2026 menunjukkan bahwa setiap Kenaikan BBM / minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) sebesar 1 USD per barel selama satu tahun anggaran akan menambah defisit APBN 2026 sekitar Rp 6,80 triliun. Peningkatan harga minyak sebesar 1 USD per barel selama satu tahun anggaran akan menambah pendapatan negara dari hulu migas sekitar Rp 3,50 triliun. Namun, peningkatan harga tersebut juga menyebabkan adanya penambahan belanja negara sekitar Rp 10,30 triliun selama satu tahun anggaran. Jika akhir tahun 2026 rata-rata harga minyak (ICP) diasumsikan berada pada kisaran 90 USD per barel dan 100 USD per barel, potensi defisit APBN 2026 akan dapat terkompensasi jika terdapat tambahan produksi minyak nasional masing-masing sebesar 756.000 boepd selama satu tahun anggaran dan 1.134.000 boepd selama satu tahun anggaran.
Solusi dari Pemerintah dan Kebijakan Kenaikan BBM Kedepan
Sebagai upaya untuk meminimalkan risiko, Indonesia perlu mencari alternatif pengganti impor minyak mentah dan BBM yang melalui Selat Hormuz. Seluruh impor minyak mentah Indonesia yang menggunakan rute distribusi Selat Hormuz berasal dari Arab Saudi. Sementara, impor BBM Indonesia yang menggunakan rute distribusi Selat Hormuz berasal dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, dan Bahrain.
Indonesia dapat mengalihkan tujuan impor minyak yang berasal dari wilayah konflik pada sejumlah wilayah dengan spare capacity dan cadangan minyak yang melebihi kebutuhan konsumsi minyak di wilayah tersebut. Wilayah yang tercatat memiliki spare capacity dan cadangan minyak yang melebihi konsumsinya yang dapat menjadi alternatif tujuan impor Indonesia diantaranya adalah Amerika Utara, Amerika Tengah dan Selatan, Commonwealth of Independent States (CIS), dan Afrika.
Ini prediksi harga BBM di Indonesia yang akan mengalami kenaikan pada bulan April-Mei 2026:
| Jenis BBM | Harga Perliter Saat Ini | Harga Kenaikan |
| Pertalite | Rp10.000 | Rp11.000 – Rp11.300 |
| Pertamax | Rp12.600 | Rp13.500 – Rp14.000 |
| Pertamax Turbo | Rp13.350 | Rp14.000 – Rp14.600 |
| BioSolar | Rp6.800 | Rp7.200 – Rp7.400 |
| DexLite | Rp14.500 | Rp15.700 – Rp16.000 |
| Pertamina Dex | Rp14.800 | Rp16.000 – Rp16.500 |
Referensi:
- https://pertaminapatraniaga.com/page/harga-terbaru-bbm
- https://en.wikipedia.org/wiki/2026_Iran_war
- https://en.wikipedia.org/wiki/2026_Strait_of_Hormuz_crisis
