erkutterliksiz – Pemerintah Venezuela kembali menjadi sorotan dunia setelah mengirimkan surat kepada Raja Charles III yang berisi permohonan agar Inggris melepaskan sekitar 31 ton cadangan emas Venezuela yang selama bertahun-tahun tersimpan di Bank of England. Permintaan tersebut muncul di tengah kondisi darurat yang dihadapi negara Amerika Selatan itu setelah bencana gempa besar yang menyebabkan ribuan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.
Dalam surat tersebut, pemerintah Venezuela menegaskan bahwa emas tersebut merupakan aset milik rakyat Venezuela yang seharusnya dapat digunakan untuk membantu proses pemulihan pascabencana. Pemerintah berharap Raja Charles III dapat memfasilitasi pelepasan aset tersebut agar dana hasil pencairannya bisa dimanfaatkan untuk membangun kembali rumah warga, fasilitas kesehatan, hingga infrastruktur yang rusak akibat gempa.
Permohonan ini sekaligus menghidupkan kembali sengketa internasional yang sudah berlangsung selama beberapa tahun antara Venezuela dan Inggris mengenai kepemilikan cadangan emas bernilai miliaran dolar tersebut.
Mengapa 31 Ton Emas Venezuela Berada di Inggris?
Cadangan emas suatu negara tidak selalu disimpan di dalam negeri. Banyak bank sentral dunia memilih menyimpan sebagian cadangan emas mereka di lembaga keuangan internasional seperti Bank of England, yang selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu tempat penyimpanan emas paling aman di dunia.
Venezuela pun pernah menempatkan sekitar 31 ton emas di Bank of England sebagai bagian dari cadangan devisa nasional. Nilai emas tersebut diperkirakan mencapai lebih dari US$2 miliar, tergantung pada harga emas global yang terus berubah.
Pada awalnya, penyimpanan tersebut bukan menjadi persoalan. Namun situasi berubah drastis ketika Venezuela mengalami krisis politik berkepanjangan yang memicu sengketa mengenai siapa pemerintah yang sah untuk mengendalikan aset negara di luar negeri.
Sengketa Politik Menjadi Akar Permasalahan
Permasalahan emas Venezuela sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga politik internasional.
Sejak krisis politik yang melanda Venezuela pada 2019, Inggris bersama sejumlah negara Barat sempat mengakui pemimpin oposisi Juan Guaidó sebagai presiden sementara Venezuela. Akibatnya, pemerintah Inggris menolak memberikan akses penuh kepada pemerintahan Nicolás Maduro terhadap aset-aset negara yang berada di Inggris, termasuk cadangan emas di Bank of England.
Perselisihan tersebut kemudian berlanjut ke berbagai proses hukum di pengadilan Inggris. Selama bertahun-tahun, kedua pihak sama-sama mengklaim memiliki hak atas emas tersebut.
Karena belum ada penyelesaian final yang benar-benar mengakhiri sengketa, cadangan emas itu tetap berada di dalam brankas Bank of England hingga saat ini.
Gempa Besar Mendorong Permintaan Baru
Permintaan terbaru Venezuela tidak lagi semata-mata didasarkan pada klaim kepemilikan aset negara.
Pemerintah Venezuela beralasan bahwa negara sedang menghadapi keadaan darurat akibat gempa bumi besar yang menewaskan ribuan orang dan menghancurkan banyak wilayah permukiman. Pemerintah menyebut dana hasil pencairan emas dapat digunakan untuk membangun rumah warga, memperbaiki rumah sakit, menyediakan bantuan kemanusiaan, hingga memulihkan aktivitas ekonomi nasional.
Dalam pernyataannya, pemerintah Venezuela menegaskan bahwa emas tersebut adalah milik rakyat Venezuela sehingga seharusnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, terutama ketika negara sedang menghadapi bencana besar.
Permohonan kepada Raja Charles III juga memiliki nilai simbolis karena Bank of England berada di bawah yurisdiksi Inggris, meskipun operasional bank sentral tersebut tetap independen dalam menjalankan fungsi hukumnya.
Apakah Raja Charles III Bisa Langsung Mengembalikan Emas?
Banyak masyarakat bertanya apakah Raja Charles III memiliki kewenangan untuk memerintahkan Bank of England menyerahkan emas Venezuela.
Secara konstitusional, jawabannya tidak sesederhana itu.
Inggris merupakan negara monarki konstitusional, sehingga raja Raja Charles III berperan sebagai kepala negara, tetapi keputusan terkait kebijakan pemerintah, proses hukum, maupun operasional lembaga seperti Bank of England tidak berada sepenuhnya di tangan raja.
Artinya, meskipun Venezuela mengirimkan surat kepada Raja Charles III, keputusan Raja Charles III mengenai pelepasan aset tersebut tetap harus mempertimbangkan aspek hukum Inggris, putusan pengadilan, serta kebijakan pemerintah Inggris sendiri.
Karena itu, surat yang dikirim Venezuela ke Raja Charles III lebih dipandang sebagai langkah diplomatik untuk menarik perhatian kerajaan Inggris terhadap situasi kemanusiaan yang sedang mereka hadapi.
Nilai Emas yang Sangat Besar
Tiga puluh satu ton emas bukan jumlah yang kecil.
Dengan harga emas dunia yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, nilai cadangan tersebut diperkirakan mencapai lebih dari US$2 miliar atau setara puluhan triliun rupiah.
Bagi Venezuela yang ekonominya masih menghadapi tekanan akibat inflasi tinggi, sanksi internasional, dan penurunan produksi minyak selama beberapa tahun terakhir, dana sebesar itu tentu dapat menjadi sumber pembiayaan yang sangat berarti.
Pemerintah Venezuela menilai pencairan sebagian maupun seluruh emas tersebut dapat membantu mempercepat rehabilitasi wilayah terdampak bencana tanpa harus menambah utang negara.
Namun di sisi lain, pihak Inggris juga harus mempertimbangkan berbagai aspek hukum agar pelepasan aset tidak bertentangan dengan putusan pengadilan maupun kebijakan internasional yang masih berlaku.
Sengketa Emas Menjadi Simbol Konflik Diplomatik
Kasus 31 ton emas Venezuela sebenarnya telah berkembang menjadi simbol hubungan yang kompleks antara Caracas dan London.
Bagi Venezuela, penahanan emas dianggap sebagai bentuk pembatasan terhadap hak negara untuk mengakses aset miliknya sendiri.
Sebaliknya, pemerintah Inggris selama ini berpendapat bahwa persoalan tersebut tidak bisa dipisahkan dari sengketa mengenai legitimasi pemerintahan Venezuela yang sempat menjadi perhatian masyarakat internasional.
Akibatnya, cadangan emas tersebut berubah menjadi salah satu aset paling kontroversial dalam hubungan kedua negara.
Sejumlah pakar hubungan internasional juga menilai bahwa penyelesaian kasus ini akan menjadi preseden penting mengenai bagaimana aset negara yang berada di luar negeri diperlakukan ketika sebuah negara mengalami krisis politik.

Akankah Inggris Mengabulkan Permintaan Venezuela? Hingga saat ini belum ada tanda-tanda bahwa Inggris akan segera mengubah kebijakan mengenai emas Venezuela.
Meski demikian, kondisi kemanusiaan akibat gempa besar memberikan dimensi baru dalam sengketa yang selama ini lebih banyak dipenuhi argumentasi hukum dan politik.
Jika pemerintah Inggris Raja Charles III maupun lembaga peradilan mempertimbangkan aspek kemanusiaan, bukan tidak mungkin akan muncul mekanisme tertentu agar sebagian dana dapat digunakan untuk kebutuhan darurat. Namun skenario tersebut masih bersifat spekulatif dan belum diumumkan secara resmi.
Di sisi lain, Bank of England juga dikenal sangat berhati-hati dalam menangani aset negara asing karena keputusan mereka dapat menjadi acuan bagi kasus serupa di masa mendatang.
Sengketa yang Belum Menemukan Titik Akhir
Permohonan Venezuela kepada Raja Charles III menunjukkan bahwa persoalan 31 ton emas masih jauh dari kata selesai.
Yang semula merupakan sengketa hukum mengenai kepemilikan aset kini berkembang menjadi isu kemanusiaan setelah Venezuela menghadapi bencana besar yang membutuhkan dana pemulihan dalam jumlah sangat besar.
Apakah surat yang di kirim ke Raja Charles III tersebut akan menghasilkan perubahan kebijakan masih harus menunggu respons resmi dari pemerintah Inggris maupun perkembangan proses hukum yang masih berjalan. Namun satu hal yang pasti, keberadaan 31 ton emas Venezuela di Bank of England tetap menjadi salah satu sengketa aset negara paling kompleks dalam hubungan internasional modern, karena mempertemukan kepentingan politik, hukum, ekonomi, dan kemanusiaan dalam satu persoalan yang hingga kini belum menemukan jalan keluar.
Referensi
- AFP/BSS – Venezuela leader asks King Charles to release frozen gold assets: https://b.bssnews.net/international/403844
- Venezuela Solidarity Campaign – Factsheet on Bank of England gold dispute: https://www.venezuelasolidarity.co.uk/wp-content/uploads/2025/08/Gold-factsheet-vJuly-2025.pdf
- Negocios TV – Venezuela pide a Carlos III liberar su oro: https://www.negocios.com/articulo/geopolitica/venezuela-pide-carlos-iii-liberar-oro-terremotos/20260709070455489991.html
- Wikipedia – United Kingdom–Venezuela relations (ringkasan sengketa emas): https://en.wikipedia.org/wiki/United_Kingdom%E2%80%93Venezuela_relations
- Wikipedia – Venezuelan presidential crisis (latar belakang sengketa emas): https://en.wikipedia.org/wiki/Venezuelan_presidential_crisis
